Hai teman-teman
hari ini saya akan memposting rangkuman pertemuan ke 5. Hari ini kami awali
dengan belajar silogisme. Cukup membingungkan memang belajar silogisme namun
bila memerhatikan maka kita akan mengertinya. Kemudian, sesi kedua kami belajar
kesesatan pemikiran (fallacia). Kesesatan pemikiran ini sering kita alami dalam
kehidupan sehari-hari terutama dalam menyusun kalimat. Berikut ini adalah
rangkuman dari apa yang kami pelajari hari ini:
SILOGISME
Merupakan simpulan
dari dua permis menjadi suatu keputusan yang baru. Prinsip: bila
premis benar, maka simpulannya benar. Dua macam silogisme: silogisme kategoris dan silogisme
hipotetis.
Silogisme kategoris:
Premis
dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat). Contoh:
Premis mayor: semua binatang mamalia
menyusui
Premi minor: anjing adalah binatang
mamalia
Kesimpulan: maka, anjing menyusui.
Silogisme kategoris:
mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S, P, M.
bentuk
silogisme kategori tunggal:
1.
M adalah S dlm
premis mayor dan P dlm permis minor. Aturan: premis minor hrs sbg penegasan,
sedang premis mayor bersifat umum.
Contoh:
Semua manusia butuh makan (mayor)
Ahok adalah manusia (minor)
Jadi, Ahok butuh makan (simpulan)
2.
M jd P dlm premis mayor dan minor. Aturan:
salah satu premis harus negatif. Premis mayor bersifat umum.
Contoh:
Manusia adalah makhluk sosial (mayor)
Kucing bukanlah makhluk soial (minor)
Jadi, kucing bukan manusia (simpulan)
3.
M menjadi S dlm
premis mayor dan minor. Aturan: premis minor hrs berupa penegasan dan simpulannya bersifat partikular.
Contoh:
Semua manusia butuh pendiidkan (mayor)
Ada manusia berekonomi rendah (minor)
Jadi, sebagian manusia berpendidikan berkeonomi rendah
(simpulan)
4.
M adalah P dlm premis
mayor dan S dlm premis minor. Aturan: premis minor hrs berupa penegasan,
sedangkan Simpulan bersifat partikular.
Contoh:
Burger adalah makanan junkfood (mayor)
Semua makanan junkfood mengganggu kesehatan (minor)
Jadi, sebagian yang mengganggu kesehatan adalah burger (simpulan)
Silogisme kategori majemuk:
bentuk
silogisme yg premis2nya sangat lengkap, lebih dr tiga premis. Jenis2nya:
Epicherema: silogisme
yg salah satu/kedua premisnya disertai alasan.
Contoh:
Semua mobil sport adalah mobil mahal karena ukar
pembuatannya (mayor)
Mobil ferrary adalalh mobil baik dan selalu awet (minor)
Jadi, mobil ferrary adalah mobil mahal (simpulan)
Enthymema: silogisme
yg dlm penalarannya tdk mengemukakan semua premis scr eksplisit. Salah satu
premis/simpulannya dilampaui, disebut juga silogisme yg disingkat
Contoh:
Semua tindakan jahat akan dikenai sanksi hukum
Korupsi adalah tindakan jahat
Jadi, tindakan korupsi akan dikenai sanksi hukum
Polisilogisme:
deretan silogisme dimana simpulan silogisme yg satu menjadi premis utk
silogisme yg lainnya.
Contoh:
Semua manusia tidak
sempurna
Semua raja adalah manusia
Semua raja tidak sempurna
La Patiroi adalah seorang
raja
Jadi, La Patiroi tidak
sempurna
Sorites:
silogisme yg premisnya lebih dr dua. Putusan2 itu dihubungkan satu sama lain
sedemikian, shg predikat dr putusan yg satu jadi subjek putusan berikutnya.
Contoh:
Jiwa manusia adalah rasional
Apa yang
rasional adalah spiritual (rohani)
Apa yang
spiritual tidak akan mati
Jadi, jiwa
manusia tidak akan mati
Silogisme tdk boleh mengandung lebih
dr tiga term (S, M, P). Kurang dr tiga berarti tdk ada silogisme. Lebih dr tiga
term artinya tdk ada perbandingan. Ketiga term tetap sama artinya. Dlm
silogisme S dan P disatukan oleh perbandingan masing2 dg M.
M tdk boleh masuk dlm kesimpulan, krn M berfungsi mengadakan perbandingan
dg term2.
Term S dan P dlm simpulan tdk boleh lebih luas dr premis2nya. Jika S dan P
dlm premis partikular, maka dlm simpulan tdk boleh universal. Bila dilanggar
akan terjadi latius hos (menarik simpulan yg terlalu luas).
KESESATAN PEMIKIRAN (FALLACIA)
Fallacia=kesalahan pemikiran dlm
logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan krn penalaran yg
tdk sehat
Kesesatan
formal: pelanggaran dalam kaidah logika
Contoh:
Semua penodong berwajah seram. Semua pengamen berwajah seram. Jadi semua
pengamen adalah penodong. Apa yg dilanggar?
Kesesatan informal: menyangkut
kesesatan dlm bahasa. Mis. kesesatan diksi. Contoh sbb:
Penempatan kata depan yg keliru: Antara
hewan dan manusia memiliki perbedaan.
Mengacau posisi subjek atau
predikat: Karena tidak mengerjakan PR, guru menghukum anak itu.
Ungkapan yg keliru: Pencuri
kawakan itu berhasil diringkus polisi minggu yang lalu
Amfiboli: sesat krn struktur
kalimat bercabang. Mis. Anto Anak Bu Lasma yang hilang ingatan lari dari
rumah.
Kesesatan aksen/prosodi: sesat
krn penekanan yg salah dlm pembicaraan. Mis. Ada aturan ‘Anda tdk boleh
ganggu anak tetangga’. Nah Pak Budi bukan tetangga anda. Maka anda boleh
mengganggu anaknya.
Kesesatan bentuk
pembicaraan:sesat krn org menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi
yang lain. Mis. Berpakaian artinya memakai pakaian. Bersepeda artinya
memakai sepeda. Maka, beristeri artinya memakai isteri.
Kesesatan aksiden: yg aksidental
dikacaukan dg hal yang hakiki. Mis. Sawo matang adalah warna. Org Indonesia
itu sawo matang. Maka, Org Indonesia itu adalah warna.
Kesesatan krn alasan yg salah:
Konklusi ditarik dr premis yg tak relevan.
Kesesatan
persumsi
Generalisasi tergesa-gesa: Orang
Padang pandai memasak.
Non sequitur (belum tentu): Memang
saya tidak lulus karena beberapa hari yang lalu saya berdebat dg dosen tsb.
Analogi palsu:Membuat isteri
bahagia seperti membuat hewan piaraan bahagia dg membelai kepalanya dan memberi
banyak makan.
Penalaran melingkar (petitio
principii): Manusia merdeka krn ia bertanggungjawab dan ia bertanggungjawab
krn ia merdeka.
Deduksi cacat: Barangsiapa
sering memberi sumbangan, maka dia pasti org baik. Andi pasti orang baik.
Pikiran simplistis: Karena ia
tidak beragama, maka ia pasti tidak bermoral.
Menghindari
persoalan:
Argumentum ad hominem: Jangan
percaya omongannya krn ia bekas narapidana.
Argumentum ad populum: Anda
lihat banyak ketidakadilan dan korupsi, maka Partai
Nasdem adalah partai masa depan
kita.
Argumentum ad misericordiam: Seorg
terdakwa meminta keringanan hukuman krn mengaku punya banyak tanggungan.
Argumentum ad baculum: Karena
beda pendapat, suka meneror org lain.
Argumentum ad auctoritatem: Mengutip
pendapat Freud mengenai psikoanalisa.
Argumentum ad ignorantiam: Bila
tidak bisa dibuktikan bahwa Tuhan itu ada, maka Tuhan tidak ada.
Argumen utk keuntungan seseorang:
Seorang pengusaha berjanji mau membiayai kuliah, bila mahasiswi mau
dijadikan isteri.
Non causa pro causa: Org sakit
perut setelah menghapus sms berantai, maka dia menganggap itu sbg penyebabnya.
Kesesatan
retoris:
Eufemisme/disfemisme: Pembangkang
yg dianggap benar disebut reformator. Bila tdk disenangai maka disebut anggota
pemberontak.
Penjelasan retorik: Dia tidak
lulus krn tidak teliti mengerjakan soal.
Stereotipe: Orang Jawa
penyabar. Orang Batak suka menyanyi.
Innuendo: Sy tdk mengatakan
makanan tdk enak, tapi mau mengatakan lukisan itu bagus.
Loading question: Apakah Anda
masih tetap merokok?
Weaseler: Tiga dari empat
dokter menyarankan bahwa minum itu memperlancar pencernaan.
Downplay: Jangan anggap serius
omongannya krn dia hanya buruh bangunan.
Lelucon/sindiran:
Hiperbola: membesarbesarkan.
Pengandaian bukti:studi
menunjukkan.
Dilema semu: Tamu yg menolak
kopi, langsung disuguhi sirup.
Sumber: materi yang dibawakan dosen
22/09/14
lengkap.. 90 ya..
BalasHapusmakasih ya yola:)
Hapusblognya lucu dan lengkap
BalasHapus85 yaaa
visit: vediivediii.blogspot.com
makasih vediana hehe
HapusNice post ikaa . Blog nya menambah pengetahuan . 85 yaa buat luu
BalasHapuswahh jd seneng wkkw makasih ya gwenn
Hapusblgonya lengkap 90 ya nilainya
BalasHapusmakasih ya dinda:)
HapusBlognya lengkap trus nambah pengetahuan jg 90 buat luu
BalasHapusmakasih sherly hehe
Hapusblognya lengkapppp, rapi juga :D
BalasHapusaku kasih nilai 88 yaa
Makasih ya cherika:D
Hapus