Adiksi
Media Sosial Pada Remaja
Media
Sosial
Pengertian media sosial menurut menurut
tokoh. Media sosial
sebagai sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar
ideologi dan teknologi web 2.0 dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content (Kaplan &
Haenlein dalam Romli, 2010).
Pengertian media menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia. Media merupakan alat (sarana) komunikasi yang
terletak di antara dua pihak yang sifatnya sebagai perantara atau penghubung
(Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2000).
Pengertian sosial menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia. Sosial berkaitan dengan masyarakat dan suka
memperhatikan kepentingan umum (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2000).
Maka dapat disimpulkan bahwa media sosial adalah aplikasi berbasis
internet yang berfungsi sebagai perantara yang berkaitan dengan orang lain atau
umum.
Manfaat Media Sosial. Terhubung ke banyak orang dengan
adanya fasilitas obrolan (chatting)
yang digunakan untuk menghubungkan masyarakat yang satu dengan yang lain.
Informasi terbaru juga lebih cepat didapatkan dibandingkan dengan televisi atau
surat kabar.
Ajang pertemuan orang-orang yang terpisah. Melalui media sosial, banyak
orang terbantu untuk menemukan kembali orang-orang yang lama terpisah. Situs media sosial untuk bisinis.
Media sosial dianggap sebagai media promosi yang efektif dalam mendapatkan
konsumen. Hal ini telah dibuktikan dengan beberapa perusahaan besar yang telah
mencobanya. Selain itu, anak muda dapat dengan mudah mempromosikan dan
berwirausaha dengan mudah.
Media sosial untuk kampanye sosial.
Kampanye sosial yang positif sering diserukan oleh pengguna media sosial untuk
mengaspirasikan pikiran dan dukungan untuk kepentingan sosial. Kampanye sosial
melalui media sosial telah berhasil menggalang dana guna kepentingan sosial
(Sanjaya, Wibhowo, Adi, 2010).
Media
Sosial di Kalangan Remaja
Tingkat ketergantungan remaja terhadap
media sosial. Setelah
pemanfaatan internet berkembang pesat, maka waktu yang dibutuhkan untuk
mengakses media ini juga semakin cepat. Dan pengguna media sosial terbesar
berasal dari kalangan remaja (Carr, 2010).
Tingkat penggunaan media sosial pada remaja
Amerika. Pada 2009 melalui sebuah penelitian di Amerika Utara, remaja
menghabiskan waktu lebih dari sembilan belas jam untuk online (Carr, 2010).
Tingkat penggunaan media sosial berdasarkan
survei Internasional. Survei Internasional pada tahun 2008 terhadap
27.500 remaja, mendapati orang menghabiskan tiga puluh persen dari waktu
santainya untuk online (Carr, 2010).
Tingkat penggunaan media sosial pada remaja
Eropa. Remaja Eropa online
sekitar sebelas jam seminggu pada tahun 2009 (Carr, 2010).
Media
sosial yang sering digunakan remaja. Menurut
Feberia (2014), media sosial yang sering digunakan remaja antara lain (a)
Facebook, (b) Twitter, (c) Path, (d) Instagram, (e) youtube, (f) kaskus, (g)
Line, (h) Whatsapp, dan (i) Blackberry messanger. Masing-masing media sosial
tersebut memiliki keunggulan khusus dalam menarik banyaknya pengguna media
sosial.
Pengaruh media sosial terhadap
kepribadian. Menurut Setyastuti, media sosial berhubungan dengan
kepribadian introvert. Semakin introvert seseorang maka ia akan semakin
aktif di media sosial sebagai pelampiasan. Menurut Goffman, perbedaan akting
yang sangat besar saat aktor berada di atas panggung (front stage) dan di belakang panggung (back stage). Contoh konkrit dalam media sosial adalah, remaja akan
membangun citra diri yang baik untuk memepertahankan eksistensi mereka di
lingkungan. Hal ini akan sangat berbeda dalam kehidupan sehari-hari (back stage), mereka akan menampilkan
peran yang berbeda dari front stage
(Feberia, 2014).
Cara Mengatasi Kecanduan Media Sosial. Menurut Terius (2014) ada tiga hal
untuk mengatasi kecanduan media sosial yaitu (a) Hapus aplikasi media sosial di
smartphone, dengan menghapus
aplikasi, akan ada kesulitan untuk mengakses media sosial dan tidak terfokus
pada media sosial; (b) Buat jadwal akses media sosial, batasi lama waktu untuk
mengakses media sosial, sehingga Anda merasa tidak dituntut untuk mengakses
media sosial; dan (c) Matikan koneksi internet, mematikan semua koneksi
internet di gadget, agar Anda tidak
peduli dengan akun media sosial milik Anda.
Simpulan
Media sosial merupakan media yang paling banyak digunakan oleh remaja
dewasa ini. Hal ini terbukti dengan hasil penelitian terhadap remaja. Media
sosial juga akan memiliki manfaat bila digunakan sebaik mungkin dan sesuai
kebutuhan.
Daftar
pustaka
Carr, Nicholas. (2010). The shallows: Internet mendangkalkan cara
berpikir kita (R. Atmoko,
penerj.). Bandung: Mizan Pustaka.
penerj.). Bandung: Mizan Pustaka.
Feberia, H. (2014, Januari). Pengaruh
media sosial terhadap perilaku di kalangan remaja.
Diunduh dari: http://mudazine.com/hanafeberia/pengaruh-media-sosial-terhadap-
perilaku-di-kalangan-remaja/
Diunduh dari: http://mudazine.com/hanafeberia/pengaruh-media-sosial-terhadap-
perilaku-di-kalangan-remaja/
Romli, A. S. M. (2010). Media sosial:
Pengertian, karakteristik, dan jenis. Diunduh dari:
http://www.romelteamedia.com/2014/04/media-sosial-pengertian-karakteristik.html
http://www.romelteamedia.com/2014/04/media-sosial-pengertian-karakteristik.html
Sanjaya, R., Wibhowo, C., & Adi,
A. P. (2010). Parenting untuk pornografi.
Jakarta: Elex
Media Komputindo.
Media Komputindo.
Terius, M. S. (2014, Agustus). 4 cara
ampuh mengatasi kecanduan media sosial. Diunduh dari: http://ciricara.com/2014/04/14/4-cara-ampuh-mengatasi-kecanduan-media-sosial/4/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar