Rabu, 05 November 2014

Penulisan Ilmiah



Adiksi Media Sosial Pada Remaja

Media Sosial
     Pengertian media sosial menurut menurut tokoh. Media sosial sebagai sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi web 2.0 dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content (Kaplan & Haenlein dalam Romli, 2010).
     Pengertian media menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Media merupakan alat (sarana) komunikasi yang terletak di antara dua pihak yang sifatnya sebagai perantara atau penghubung (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2000).
     Pengertian sosial menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sosial berkaitan dengan masyarakat dan suka memperhatikan kepentingan umum (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2000).
     Maka dapat disimpulkan bahwa media sosial adalah aplikasi berbasis internet yang berfungsi sebagai perantara yang berkaitan dengan orang lain atau umum.
     Manfaat Media Sosial. Terhubung ke banyak orang dengan adanya fasilitas obrolan (chatting) yang digunakan untuk menghubungkan masyarakat yang satu dengan yang lain. Informasi terbaru juga lebih cepat didapatkan dibandingkan dengan televisi atau surat kabar.
     Ajang pertemuan orang-orang yang terpisah. Melalui media sosial, banyak orang terbantu untuk menemukan kembali orang-orang yang lama terpisah. Situs media sosial untuk bisinis. Media sosial dianggap sebagai media promosi yang efektif dalam mendapatkan konsumen. Hal ini telah dibuktikan dengan beberapa perusahaan besar yang telah mencobanya. Selain itu, anak muda dapat dengan mudah mempromosikan dan berwirausaha dengan mudah.
     Media sosial untuk kampanye sosial. Kampanye sosial yang positif sering diserukan oleh pengguna media sosial untuk mengaspirasikan pikiran dan dukungan untuk kepentingan sosial. Kampanye sosial melalui media sosial telah berhasil menggalang dana guna kepentingan sosial (Sanjaya, Wibhowo, Adi, 2010).
Media Sosial di Kalangan Remaja
     Tingkat ketergantungan remaja terhadap media sosial. Setelah pemanfaatan internet berkembang pesat, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengakses media ini juga semakin cepat. Dan pengguna media sosial terbesar berasal dari kalangan remaja (Carr, 2010).
     Tingkat penggunaan media sosial pada remaja Amerika. Pada 2009 melalui sebuah penelitian di Amerika Utara, remaja menghabiskan waktu lebih dari sembilan belas jam untuk online (Carr, 2010).
     Tingkat penggunaan media sosial berdasarkan survei Internasional. Survei Internasional pada tahun 2008 terhadap 27.500 remaja, mendapati orang menghabiskan tiga puluh persen dari waktu santainya untuk online (Carr, 2010).
     Tingkat penggunaan media sosial pada remaja Eropa. Remaja Eropa online sekitar sebelas jam seminggu pada tahun 2009 (Carr, 2010).
     Media sosial yang sering digunakan remaja. Menurut Feberia (2014), media sosial yang sering digunakan remaja antara lain (a) Facebook, (b) Twitter, (c) Path, (d) Instagram, (e) youtube, (f) kaskus, (g) Line, (h) Whatsapp, dan (i) Blackberry messanger. Masing-masing media sosial tersebut memiliki keunggulan khusus dalam menarik banyaknya pengguna media sosial.
     Pengaruh media sosial terhadap kepribadian. Menurut Setyastuti, media sosial berhubungan dengan kepribadian introvert. Semakin introvert seseorang maka ia akan semakin aktif di media sosial sebagai pelampiasan. Menurut Goffman, perbedaan akting yang sangat besar saat aktor berada di atas panggung (front stage) dan di belakang panggung (back stage). Contoh konkrit dalam media sosial adalah, remaja akan membangun citra diri yang baik untuk memepertahankan eksistensi mereka di lingkungan. Hal ini akan sangat berbeda dalam kehidupan sehari-hari (back stage), mereka akan menampilkan peran yang berbeda dari front stage (Feberia, 2014).
     Cara Mengatasi Kecanduan Media Sosial. Menurut Terius (2014) ada tiga hal untuk mengatasi kecanduan media sosial yaitu (a) Hapus aplikasi media sosial di smartphone, dengan menghapus aplikasi, akan ada kesulitan untuk mengakses media sosial dan tidak terfokus pada media sosial; (b) Buat jadwal akses media sosial, batasi lama waktu untuk mengakses media sosial, sehingga Anda merasa tidak dituntut untuk mengakses media sosial; dan (c) Matikan koneksi internet, mematikan semua koneksi internet di gadget, agar Anda tidak peduli dengan akun media sosial milik Anda.
Simpulan
     Media sosial merupakan media yang paling banyak digunakan oleh remaja dewasa ini. Hal ini terbukti dengan hasil penelitian terhadap remaja. Media sosial juga akan memiliki manfaat bila digunakan sebaik mungkin dan sesuai kebutuhan.







Daftar pustaka
Carr, Nicholas. (2010). The shallows: Internet mendangkalkan cara berpikir kita (R. Atmoko, 
     penerj.). Bandung: Mizan Pustaka.
Feberia, H. (2014, Januari). Pengaruh media sosial terhadap perilaku di kalangan remaja.
     Diunduh dari: http://mudazine.com/hanafeberia/pengaruh-media-sosial-terhadap-
     perilaku-di-kalangan-remaja/
Romli, A. S. M. (2010). Media sosial: Pengertian, karakteristik, dan jenis. Diunduh dari:
     http://www.romelteamedia.com/2014/04/media-sosial-pengertian-karakteristik.html
Sanjaya, R., Wibhowo, C., & Adi, A. P. (2010). Parenting untuk pornografi. Jakarta: Elex
     Media Komputindo.
Terius, M. S. (2014, Agustus). 4 cara ampuh mengatasi kecanduan media sosial. Diunduh dari: http://ciricara.com/2014/04/14/4-cara-ampuh-mengatasi-kecanduan-media-sosial/4/






  
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar