Sabtu, 04 Oktober 2014

Materi Kamis 2 Oktober 2014



Halo semua setelah sekian lama kami tidak ada kelas, maka kali ini kami akan membuat rangkuman materi hari kamis, 2 Oktober 2014. Pada pertemuan ini beda dengan pertemuan-pertemuan lainnya. Karena kali ini kami terjun langsung ke lapangan alias fieldtrip. Nah, kami berkesempatan mengunjungi kampung betawi di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Disana kami mempelajari banyak kebudayaan betawi, berinteraksi dengan warga sekitar dan mencicipi makanan khas betawi. Seru kan?haha nah, untuk itu kami akan membagikan keseruan kami melalui blog hari ini.

Materi pada hari ini adalah mengenai kebudayaan dan etos kerja. Kami mendapatkan tugas untuk mewawancarai beberapa pedagang. Diantaranya pedagang es potong, pedagang buah keliling, kerak telor, gulali, es doger, penjual minuman dan yang paling menarik adalah saat kami mewawancarai anggota marinir yang sedang latihan di setu babakan. Rata-rata pedagang yang kami temui berlatarbelakang ekonomi menengah kebawah. Mereka rata-rata adalah pendatang dari daerah lain dan bukan warga asli kampung betawi. Saat berjualan, nilai-nilai yang mereka pegang adalah nilai kejujuran. Salah satunya mereka tidak menggunakan bahan pengawet dalam dagangannya. Saat disinggung mengenai harapan mereka kedepannya, mereka hanya menjawab dengan singkat yakni ingin memiliki usaha sendiri dan tidak bergantung dengan usaha milik orang lain. Karena upah yang diterima sangat sedikit. Selain itu, pada saat mewawancarai anggota marinir, yang kami wawancarai merupakan anggota dengan pangkat letnan 2. Menurutnya, menjadi anggota marinir merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena dapat berbakti kepada nusa dan bangsa. Mereka mengabdi dengan sepenuh hati tanpa pernah merasakan duka saat menjalani tugas kenegaraannya untuk membela bangsa. Wahh salut banget dengan bapak marinir ini haha.

Banyak kebudayaan betawi yang kami temui disana. Seperti patung ondel-ondel, melihat alat musik tradisonalnya dan melihat rumah asli betawi yang sangat tradisional. Ditengah modernisasi zaman, kebudayaan betawi masih bertahan dan tidak kalah dengan kebudayaan mancanegara. Dengan didirikannya kampung betwi, merupakan salah satu cara untuk terus mempertahankan kebudayaan betawi dan membuat orang mengenal lebih dalam tentang kebudayaan tersebut. Mayoritas masyarakat disana masih mempertahankan kebudayaan betawi. Mereka tidak ingin kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang hilang ditengah zaman yang sangat modern ini.

Berikut kami tampilkan beberapa foto saat berada di kampung betawi










2 komentar: