Halo semua
setelah sekian lama kami tidak ada kelas, maka kali ini kami akan membuat
rangkuman materi hari kamis, 2 Oktober 2014. Pada pertemuan ini beda dengan
pertemuan-pertemuan lainnya. Karena kali ini kami terjun langsung ke lapangan
alias fieldtrip. Nah, kami
berkesempatan mengunjungi kampung betawi di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Disana
kami mempelajari banyak kebudayaan betawi, berinteraksi dengan warga sekitar
dan mencicipi makanan khas betawi. Seru kan?haha nah, untuk itu kami akan
membagikan keseruan kami melalui blog hari ini.
Materi pada
hari ini adalah mengenai kebudayaan dan etos kerja. Kami mendapatkan tugas
untuk mewawancarai beberapa pedagang. Diantaranya pedagang es potong, pedagang
buah keliling, kerak telor, gulali, es doger, penjual minuman dan yang paling
menarik adalah saat kami mewawancarai anggota marinir yang sedang latihan di
setu babakan. Rata-rata pedagang yang kami temui berlatarbelakang ekonomi
menengah kebawah. Mereka rata-rata adalah pendatang dari daerah lain dan bukan
warga asli kampung betawi. Saat berjualan, nilai-nilai yang mereka pegang
adalah nilai kejujuran. Salah satunya mereka tidak menggunakan bahan pengawet
dalam dagangannya. Saat disinggung mengenai harapan mereka kedepannya, mereka
hanya menjawab dengan singkat yakni ingin memiliki usaha sendiri dan tidak
bergantung dengan usaha milik orang lain. Karena upah yang diterima sangat
sedikit. Selain itu, pada saat mewawancarai anggota marinir, yang kami wawancarai
merupakan anggota dengan pangkat letnan 2. Menurutnya, menjadi anggota marinir
merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena dapat berbakti kepada nusa dan
bangsa. Mereka mengabdi dengan sepenuh hati tanpa pernah merasakan duka saat
menjalani tugas kenegaraannya untuk membela bangsa. Wahh salut banget dengan
bapak marinir ini haha.
Banyak kebudayaan
betawi yang kami temui disana. Seperti patung ondel-ondel, melihat alat musik
tradisonalnya dan melihat rumah asli betawi yang sangat tradisional. Ditengah
modernisasi zaman, kebudayaan betawi masih bertahan dan tidak kalah dengan
kebudayaan mancanegara. Dengan didirikannya kampung betwi, merupakan salah satu
cara untuk terus mempertahankan kebudayaan betawi dan membuat orang mengenal
lebih dalam tentang kebudayaan tersebut. Mayoritas masyarakat disana masih
mempertahankan kebudayaan betawi. Mereka tidak ingin kebudayaan yang diwariskan
oleh nenek moyang hilang ditengah zaman yang sangat modern ini.
Berikut kami
tampilkan beberapa foto saat berada di kampung betawi




Nice..foto sama abang esnya mantab 100
BalasHapushahha bisa aja crestella makasih yaa
Hapus